Curtin University, Malaysia – 27th Malaysian Finance Association International Conference 2025 (MFAIC 2025) diselenggarakan di Curtin University, Malaysia Campus. Konferensi ini dirancang sebagai forum akademik yang mempertemukan komunitas riset keuangan melalui agenda dua hari yang mencakup opening ceremony, sesi keynote dan sesi presentasi parallel. Kegiatan ini dihadiri oleh Alan Prahutama, Ph.D – dosen Departemen Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Indonesia. Partisipasi dalam kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan jejaring international untuk kedepannya bisa berkolaborasi di bidang Pendidikan dan penelitian. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keilmuan terkat riset-riset terkini di bidang keuangan.
Agenda pada hari pertama diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan opening ceremony. Pembukaan dihadiri Guest of Honour YB Datuk Sebastian Ting Chiew Yew (Deputy Minister for Tourism, Creative Industry & Performing Arts I (Tourism), Sarawak, Malaysia). Rangkaian pembukaan meliputi pemutaran lagu kebangsaan dan welcoming speech oleh Dr Lynn Ling (Chair, MFAIC2025), dilanjutkan dengan opening speech oleh Deputy Pro Vice-Chancellor Professor Tuong Thu Vu, serta special remarks oleh Professor Hooy Chee Wooi (President, MFA-Malaysian Finance Association). Pembukaan juga memuat special address oleh Sarawak Digital Economy Corporation (SDEC).
Memasuki sesi utama, keynote speech pertama disampaikan oleh Professor Jonathan A. Batten (RMIT University) dengan topik “Digital Transformation in Corporate Risk Management”. Materi ini menggarisbawahi relevansi transformasi digital dalam pengelolaan risiko korporasi, sekaligus memperluas perspektif akademik mengenai perubahan lanskap risiko pada organisasi yang semakin bergantung pada teknologi dan data.
Selanjutnya, konferensi dilanjutkan dengan Pararrel session 1 sebagai wadah presentasi dan diskusi penelitian. Pada sesi ini, Alan Prahutama menyampaikan presentasi berjudul “Application of Partitioning Around Medoids (PAM) in Optimizing Stock Portfolio Formation using The Mean-Semivariance Approach”. Sesi presentasi dilakukan selama 15 menit, dan 10 menit dilanjutkan dengan diskusi. Penulis mendapat masukan dari peserta lainnya terkait teknik analisis yang dilakukan, misalnya melakukan perbandingan dengan teknik kluster lainnya.
Setelah jeda makan siang dan waktu ibadah, kegiatan berlanjut dengan Conference Parallel Sessions 2 & 3. Kegiatan ini merupakan diseminasi riset melalui presentasi paralel sekaligus menyediakan ruang khusus bagi presenter untuk memperoleh masukan akademik atas kemajuan penelitiannya.
Pada hari kedua, konferensi dibuka dengan registrasi bagi peserta yang datang terlambat dan delegasi HRDF, kemudian dilanjutkan Conference Parallel Session 4. Keynote speech kedua disampaikan oleh Professor Felix Chan (Curtin University, Australia) dengan topik “The future of data and its intersection with financial research: A reflection”. Sesi ini mengajak peserta merefleksikan perkembangan data dan keterkaitannya dengan riset keuangan, termasuk implikasi pada desain penelitian, pendekatan analisis, serta kualitas interpretasi temuan di era yang semakin terdigitalisasi.
Setelah sesi break, Professor Felix Chan melanjutkan presentasinya melalui Research Workshop bertajuk “Introduction to Data Wrangling and Visualisation Using Open-Source Tools”. Lokakarya ini menekankan penguatan keterampilan praktis dalam pengolahan data (wrangling) dan visualisasi menggunakan perangkat open-source, yang penting untuk mendukung analisis yang rapi, transparan, dan komunikatif dalam publikasi serta forum ilmiah.

