Departemen Statistika Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 10.00 WIB, kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan pada Karang Taruna” sukses digelar di Balai Pertemuan RT 01, Perum Tembalang Pesona Asri. Acara ini dihadiri sekitar 20 peserta dari Karang Taruna RW 4, Kelurahan Kramas, dengan suasana yang penuh antusiasme.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengelola keuangan pribadi, menghindari perilaku konsumtif, mengenalkan konsep hutang, serta memberikan peringatan akan bahaya judi online. Narasumber utama, Fariz Budi Arafat, S.Si., M.Stats., menyampaikan materi selama dua jam dalam bentuk seminar interaktif yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Dalam paparannya, Fariz menekankan pentingnya langkah sederhana sebagai fondasi manajemen keuangan. Ia menyampaikan, “Manajemen keuangan bisa dimulai dari yang paling sederhana, yaitu mencatat pengeluaran. Jika sudah konsisten, catatan tersebut dapat dianalisis untuk menentukan proporsi anggaran bulan selanjutnya serta mengevaluasi apakah ada pengeluaran yang terlalu besar di pos tertentu.”
Respon peserta cukup menggembirakan. Walaupun sebagian besar masih bergantung pada uang saku dari orang tua, beberapa di antaranya sudah mulai memperoleh penghasilan sendiri melalui pekerjaan freelance maupun program magang kampus. Mereka pun aktif berbagi pengalaman tentang cara mengatur keuangan pribadi, sehingga diskusi menjadi lebih hidup dan relevan dengan kondisi nyata.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari RW 4. Ketua RW, Pak Dumadiyo, menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan warga. Ia membuka peluang kerja sama di masa mendatang, tidak hanya terbatas pada Karang Taruna, tetapi juga melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu PKK dengan topik pengabdian yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai penutup, Departemen Statistika UNDIP menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran literasi keuangan. Harapannya, peserta tidak berhenti belajar setelah sesi ini, melainkan terus meningkatkan kemampuan dan membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya generasi muda yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

