Jepara Bergerak ke Era Digital

Perangkat desa di Kabupaten Jepara setiap hari bergelut dengan tumpukan berkas: data kependudukan, laporan keuangan, hingga dokumentasi pembangunan. Cara kerja manual sering menimbulkan masalah—laporan terlambat, data tidak akurat, dan pelayanan publik tersendat.

Kini, sebuah program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Departemen Statistika Universitas Diponegoro dan bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Jepara menghadirkan solusi sederhana namun efektif: pemanfaatan Microsoft Excel. Aplikasi yang selama ini identik dengan dunia perkantoran ternyata mampu menjadi senjata baru perangkat desa untuk bekerja lebih cepat, efisien, dan transparan.

Kerja sama ini diprogramkan untuk direalisasikan pada dua desa setiap tahunnya. Pada tahun 2025 kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kelet Kecamatan Keling dan Desa Jugo Kecamatan Donorojo. Pada kesempatan tersebut hadir Kabid Informatika Diskominfo Kabupaten Jepara Abdul Haris Farawowan, S.T., yang mewakili Kepala Kantor Diskominfo Arif Darmawan, S.Sos., M.H. Adapun dari pihak Universitas Diponegoro hadir Ketua Departemen Statistika Prof. Dr. Tarno M.Si. beserta Tim Pengabdian Masyarakat antara lain, Prof. Dr. Drs. Rukun Santoso, M.Si, Dra. Suparti, M.Si, Masithoh Yessi Rochayani, S.Si., M.Stat., dan Ardiana Alifatus Sa’adah, S.Si., M.Si.

 

Dari Manual ke Digital

Pelatihan yang digelar di sejumlah desa memperlihatkan betapa besar manfaat Excel. Perangkat desa diajarkan cara mengelola data kependudukan, menyusun laporan keuangan, hingga membuat grafik pembangunan.

“Dulu rekap data penduduk bisa makan waktu berhari-hari. Sekarang dengan pivot table, cukup beberapa jam saja,” ungkap salah satu perangkat desa peserta pelatihan.

Selain itu, fitur validasi data dan formula otomatis membantu meminimalisasi kesalahan input. Laporan keuangan pun kini lebih sistematis, lengkap dengan grafik visualisasi yang mudah dipahami masyarakat maupun pihak pengawas.

Efisiensi dan Transparansi

Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan:

  • Efisiensi waktu: pekerjaan administrasi lebih cepat.
  • Akurasi data: kesalahan input berkurang drastis.
  • Transparansi laporan: masyarakat bisa melihat data keuangan desa dengan jelas.
  • Peningkatan kapasitas SDM: perangkat desa lebih percaya diri menghadapi tuntutan administrasi modern.

Dengan Excel, perangkat desa tidak hanya bekerja lebih efisien, tetapi juga membangun budaya kerja digital yang mendukung tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel.

Tantangan dan Harapan

Meski hasilnya menggembirakan, ada catatan penting. Pendampingan berkelanjutan tetap diperlukan agar keterampilan perangkat desa tidak berhenti pada pelatihan awal. Integrasi Excel dengan sistem informasi desa berbasis daring juga menjadi langkah berikutnya untuk memperkuat transparansi.

Dukungan kebijakan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar digitalisasi administrasi desa tidak sekadar menjadi proyek sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan. Dengan begitu, desa-desa di Jepara bisa menjadi contoh transformasi digital di tingkat lokal.

Menuju Desa Modern

Program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa teknologi sederhana seperti Excel mampu membawa perubahan besar. Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, perangkat desa di Jepara kini punya alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Digitalisasi administrasi desa bukan lagi mimpi. Dengan Excel, desa-desa di Jepara sedang menapaki jalan menuju pemerintahan yang modern, efisien, dan transparan.